The canto of lonely ranger

Ah raut wajah itu sangat tak bersahabat. Inginku tak menatapnya pagi ini tapi ia mendekat bagai kilat. Ingin ku berlari sejauh-jauhnya. Mencoba menghindar agar tak terkejar. Ingin ku membuang diri dan tak kembali. Namun ada pengikat yang melilitku. Ada beban tak terkira yang memberatkanku untuk beranjak. Dan ia masih kuat dan teguh. Seteguh karang di pantai belakang gubukku. Aku lumpuh.
Kadang ingin ku mencaci takdir. Tapi ada bisik halus di sudut fikir untuk tak mencibir walau hanya di bibir. Takdir tak pernah salah. Hanya sikap yang kadang tak elok.
Aah, berat nian kiranya cobaan hidup. Namun aku hanya bisa menjawabnya dengan harap dan yakin. Berharap semua membaik dan yakin setiap sulit bersama mudah. Setiap sempit dibersamai lapang dan setiap kelam pasti disambut fajar nan terang benderang.

#disudut kelas berteman take a bow instrumental, unic dan backstreet boys.
11012014; 11:38 am.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s