Rumah Dunia

Rumah dunia. Kukenal dari majalah Annida ketika SMA dulu. Aku tahu yang mendirikan seorang penulis tenar. Mas Gola Gong. Sebatas itu saja.

Dan, Mbak wiwit, resepsionist di DD banten menjadi wasilah aku bisa menjejak di sana dan bertemu langsung dengan pendirinya. Mas Gola Gong. Tak pernah terbayangkas sebelumnya akan bertemu beliau apalagi bertemunya di Rumah Dunia.

Kebetulan kami menanyakan dimana saja tujuan wisata di Kota serang kepada mbak wiwit yang saat itu sedang ngantor. Beliau menyebut bebrapa tempat dan salah satunya meneyebut tentang rumah dunia. Aku langsung menyahut “yang punya nya Mas Gola Gong ya?”. Belia mengangguk perlahan yang berarti mengiyakan. Ternyata Rumah Duia berada di Serang dan dekat dari kantor DD dimana kami akan menginap. Kami pun memutuskan untuk berkunjung ke sana sebagai bagian dari acara liburan kami.

Berhubung hari jum’at tidak ada agenda kunjungan selain ke DD banten maka kami tetap di DD banten. Malamnya aku dan Ramadhan nginap di kantor DD Banten sedangkan Mbak Chicha dan Mbak Mila menginap di Asrama akhwat. Agak jauh dai tempatku menginap. Rio sedang ada keperluan ke Cilegon sehingga tidak bisa ikut bersama kami.

Aku mencoba mengontak Mbak Tias Tatanka, Istri mas Gola Gong yang menurut usul Mbak wiwit harus dihubungi sebelum berkunjung. Alhamdulillah beliau mengangkat telepon saya walau hampir jam 10 malam dan siap menerima kedatangan kami siang hari karena pagi sampai siang masih mengurus kegiatan writing camp yang diadakan oleh rumah dunia.

Pagi sabtu sebelum berangkat kami berkumpul kembali dan me list tujuan dan mengatur jadwal kunjungan dan jalan-jalan kami.

ngumpul dulu

ngumpul dulu

Jam setengah dua belas kami berangkat menuju Rumah Dunia. Kami istirahat dan shalat dzuhur di masjid dekat jalan masuk ke Rumah Dunia. Dan akhirnya kami sampai di rumah dunia sekitar setengah satu siang.

Alhamdulillah kami di sambut pertama kali oleh Mbak Tias Tatanka yang saat itu sedang makan bersama dengan para peserta writing camp yang sedang beristirahat. Dari halamn facebook Rumdah Dunia yang aku lihat tadi malam sampai hari ni dan besok di rumah dunia memang sedang ada kegiatan writing camp. Sempat ingin membatalkan kunjungan karena kulihat di timeline acaranya sangat full untuk 3 hari sampai besoknya. Namun kata-kata mbak Tias yang mempersilahkan kami untuk datang makin tadi malam menguatkan niat ku untuk tetap mengajak teman-teman berkunjung hari itu juga.

Kami duduk di gazebo dan tak berapa lama Mas Gola Gong menghampiri kami. Mbak Tias pun menghampiri. Beliu banyak bertanya tentang SGI dan kami juga banyak bertanya tentang rumah dunia. Dari beliau berdua banyak menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan rumah dunia. Kegiatannya ternyata tak hanya pelatihan menulis tapi juga teater, mendongeng, musik dan sebagainya. Kegiatannya pun untuk anak-anak sampai orang dewasa. Beliau berdua juga bercerita tentang suka duka mengelola rumah dunia. Sering kegiatan berbayar justru memaksa mereka harus nombok karen uang yang dibayar peserta tak cukup menutup biaya kegiatan. Namun, beliau ikhlas dan alhamdulillah rumah dunia justru banyak menggerakkan orang-orang dan lembaga untuk berdonasi untuk kepentingan rumah dunia. Untuk pembiayaan kegiatan sampai pembangunan gedung baru. Beliau berdua menawarkan kepada kami untuk mengikuti sekolah menulis. Kegiatan pelatihan menulis selama satu semester yang pertemuannya sekali seminggu. Gratis dan dibimbing langsung oleh Mas Gong. Dalam hati aku berteriak yes!. Aku tertarik. Tapi mengingat jarak Cigeulis-Serang yang 80 km dan butuh sampai 5 jam naik motor aku jadi berfikir berkali-kali untuk mengiyakan.

Selesai berdiskusi mas Gong pamit karena mau menemani tamu dari Padang. Kami ditemani Mbak Tias berjalan-jalan ke beberapa tempat dan akhirnya dipertemukan dengan dua orang crew rumah dunia. Mas Salam dan Mas arif. Dua orang mahasiswa yang aktif di kegiatan-kegiatan rumah dunia. Tinggalnya pun di sebuah rumah yang dimiliki orlh rumah dunia.

Beliau banyak bercerita tentang kegiatan di rumah dunia dan beliau menjadi second guide sekaligus photografer kami.

Jam 2 siang kegiatan writing camp akan dimulai lagi. Kami ditawari untuk ikut. Aku pun tertarik namun karena melihat ekspresi teman-teman yang sudah kelelahan dan meminta segera pulang aku akhirnya mohon pamit pada Mas Gola Gong. Kegiatan kami diakhiri foto bersama Mas Gola Gong.

#GuruNegeriBadak bersama Mas Gong

#GuruNegeriBadak bersama Mas Gong

::Serang,31121990

Advertisements

2 thoughts on “Rumah Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s