Cerita Tiga Satu Desember

Kubuka akun facebook ku pagi ini. aku tersenyum. Kulihat di notifikasi ulang tahun cukup banyak yang ulang tahun di tanggal ini. Aku tersenyum karena aku yakin ada diantara orang-orang yang berulang tahun tanggal 31 Desember karena kecelakaan sejarah sepertiku. Haha

Aku bilang kecelakaan sejarah karena orang tua ku lupa mencatat tanggal berapa aku lahir. Barangkali mereka terlalu bahagia punya anak sepertiku sampai tanggal lahirku, hehe

Atau, orang tuaku gak bangga sampai malas menuliskan tanggal lahirku dan sengaja melupakannya. Tapi, untuk asumsiku yang kedua ini aku 100% tidak yakin karena aku selamat hidup sampai hari ini karena aku sangat dicintai dan disayangi, ceiille. Yang berarti juga aku sangat diharapkan. Penjelasan ibuku makin menguatkanku. Beliau bilang padaku bahwa hanya soal lupa saja yang membuat beliau tak tahu tanggal lahirku. Harus kau ingat kawan, lupa itu berbahaya dan perlu! (lho??).

Akibatnya, tercantumlah di ijazah SD tercinta, tanggal lahir: 31 Desember 19xx (sensor) haha.

Aku makin tersenyum lagi dan merasa lucu dan aneh saat ada yang mengucapkan selamat ulang tahun, happy birthday, maupun happy milad dan sebagainya. Baik lewat sms maupun via facebook. Merasa lucu aja aku gak ulang tahun di tanggal ini terus dikasih selamat-selamat gitu. Berasaa gimana gitu,haha.

Tapi, yang membuatku berbahagia adalah deretan doa yang teman-teman ku sampaikan. Aku hanya bisa mengaminkan dengan tulus semoga doa dan harapnya padaku bisa jadi nyata. Thanks fren.!. kuaminkn juga do’a-do’a itu untuk kalian.

Dan seperti biasa, tak ada perayaan-perayaan khusus teruntuk tanggal keramat ini. Aku berfikir selain itu bukan tradisi keluarga kami peringatan semacam itu tak biasa dan kontraproduktif bagi kami (maksud??). Aku juga gak perlu merayakan toh sudah berjuta-juta orang merayakannya hari ini. Walau bukan untuk merayakan ultahku tapi aku yakin di belahan bumi manapun orang sedang berpesta dan berbahagia karena menyambut tahun baru esok harinya.hehe

Kalau orang yang merayakan ulang tahun untuk merefleksi 1 tahun yang telah dilalui aku rasa 31 desember waktu yang tepat dan aku bisa melakukan itu. Kalau orang merayakan ultah untuk menyediakan tempat dan waktu untuk orang berpesta dan berbahagia maka aku gak perlu melakukan itu karena hampir di semua tempat orang berpesta menyambut pergantian tahun. Maka, berbahagialah orang yang (terpaksa) berultah di 31 Desember. Haha

Bukan bermaksud merayakan ultahku, hari ini bersama 4 orang geng #GuruNegeriBadak aku meluncur menuju mall Cilegon. Seperti rencana kami. Kami akan menghabiskan hari ini untuk menonton film di bioskop. Ada bebrapa film keren yang menarik untuk ditonton. Yang ku tuju paling utama adalah film yang diadaptasi dari novel favorit ku. Edensor.

Sebelum dzuhur kami berangkat naik angkot dari kanotr DD Banten. Tak sampai setengah jam kami samai di mall Cilegon. Kami shalat dzuhur, makan siang dan pukul 14:40 film baru dimulai. Kami masuk studio 1.

Cerita novel edensor sangat kuhafal dan adegan Ikal dan Arai diusir ketika baru tiba di Belgia menjadi scene pembuka film ini. Kuingat di novelnya, dimulai dengan cerita Ikal tentang Weh.

Film yang diadaptasi dari novel tak jarang mengecewakan karena tak sesuai dengan novelnya. Ku akui film ini sudah mirip dengan novelnya tapi aku lebih bebas berimajinasi dan membayangkan setting suasana dan tokoh-tokohnya. Sebab, tak semua hal yang ada dalam novel bisa divisualisasikan.

Hal yang paling aku tunggu-tunggu sebenarnya adalah saat Ikal dan Arai menyusuri benua Eropa sampai Afrika. Aku beranggapan setting filmnya akan menggambarkan tiap tempat yang disinggahi dan dilaui kedua tokoh tersebut itu sehingga suasananya benar-benar hidup. Ternyata sampai akhir film aku tak menemui itu. Bahkan ketika film berakhir dengan Andrea asli yang sedang mengetik di laptop, lampu di bioskop menyala yan berarti bahwa film selesai. Aku merasa belum mnedapatkan apa yang aku tunggu.

“Segitu doang??” pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutku.

Membaca memang capek dan tak semudah dan tak seenak menonton. Namun, aku justru lebih puas membaca. Aku bebas berimajinasi. Film membuat kita pasif karena semua sudah tampak dan mngekang imajinasi visual kita.

Namun tak apa, setidaknya film ini menjadi yang hal yang kedua membuatku meneteskan air mata hari ini. Adegan saat Ikal remaja bertemu Lintang. Teman SD Ikal yang pintar namun beruntung bisa melanjutkan sekolahnya lebih tinggi itu menitipkan mimpi-mimpinya pada Ikal. Adegan itu begitu mudah membuatku menangis. Aku jadi mengingat dan membayangkan teman-sekolahku dulu yang sebagian entah dimana mereka berada. Mereka tak seberuntung aku samapi menjejak pulau Jawa untuk menuntut ilmu. Sedang ada di antara yang sampai keluar negeri justru untuk membanting tulang menghidupi keluarga. Rasa malu dan bersalah bercampur jadi satu dan mendorong begitu saja air mata ini tanpa ampun. Aku merasa berdosa pada mereka jika aku tak serius saat aku diberi kesempatan seperti saat sekarang ini. Ya Allah kuatkan hamba untuk tak menyia-nyiakan kesemoatan dan umur.

Oya, yang pertama membuat air mata menetes hari ini adalah berita kematian vokalis edCoustik. Kang Aden. Aku bukan fans beliau tapi suka dengar nasyid-nasyid beliau. Yang membuat ku menangis bukan itu. Hanya tiba-tiba aku merasa ada perasaan yang tak kumengerti apa namanya saat membaca berita yang menceritakan kematian beliau. Aku membayangkan akan banyakkah yang akan mendoakanku saat aku pergi meninggalkan dunia ini. Akankah ada yang bersedih? Atau malah berbahagia dengan kepergianku. Ya Allah kuatkan aku untuk selalu memperbaiki diri dan semoga aku terpanggil dalam kondisi ta’at padamu. Aamiin.

Membayangkannya membatku merinding. Dan airmata menetes tanpa ampun.

Allah, 23 tahun umur hamba, semoga tahun depan semakin baik dan semakin bertambah taat padamu. Kuatkan aku untuk taat padamu .

Rabbana dzolamna anfusana waillam tagfirlana watarhamna lanakuunanna minal khaasiriin.

::DepanCinema21Cilegon; 31122013 ; 18:10 pm

#saatdiamadalahbahasaterbaik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s