2nd Jumu’ah

Kutunggu-tunggu barangkali ada instruksi di salah seorang guru untuk mengajak siswa berkumpul untuk baca qur’an bareng misalnya tapi ternyata tak ada.

Hari itu hari jumat. Jumat kedua aku berada di sekolah itu. Biasanya hari Jumat pagi dimanfaatkan oleh sekolah untuk mengadakan kegiatan2 keagamaan. Sebagaimana di sekolah tempatku ngajar dulu. Hari jumat diisi dengan baca yasin secara bersama yang dilanjutkan dengan sedikit ceramah dari guru agama atau guru yg lain. Tak jarang siswa diminta menjadi penceramahnya.

Pernah di sekolah tempatku magang dulu ada siswa yg ceramahnya kayak peserta pildacil padahal masih kelas 2 SD kalau g salah.
Di sni kegiatan itu tidak ada. Tidak diprogramkan atau bagaimana aku tidak tahu.

Aku berharap minimal bsa mengajak anak-anak mengisi Jumat pagi dengan baca qur’an bersama. Hari itu aku berencana silaturrahim ke kantor desa tapi ku undur sementara untuk mengajak kelas 6 ngaji bareng. Kebetulan guru kelas 6 belum hadir jdi aku berinisiatif mengisi kekosongan itu dengan mengajak mereka ngaji bersama di kelas. Setidaknya sebagai awalan lah karena aku berencana bikin kegiatan-kegiatan semisal untuk jum’at2 seterusnya di sekolah ini. Semoga.

Berbekal 2 buah al qur’an yang aku punya aku mengajak mereka membaca surat yasin secara bersama. Aku celingukan di perpustakaan barangkali ada alquran tp ternyata tak ada sama sekali.Karena hanya 2 maka satu alquran untuk kmpulan siswa pr dan satu al quran lagi utk siswa lki. Mereka duduk melingkar dan alquran di tengah mereka. Walau berjejal mereka tetap semangat membaca.

Saking semangatnya, sampai-sampai grup perempaun dan laki-laki balap-balapanan untuk segera menuntaskan 83 ayat itu. Padahal aku sudah wanti-wanti untuk pelan-pelan dan bacanya serempak. Tapi karena mungkin mereka terbiasa kebut-kebutan maka mereka tetap kebut-kebutan. Akhirnya aku yg semula duduk di depan harus berpindah ke tengah-tengah mereka untuk menyesuaikan kecepatan bacaan grup laki dan perempuan.

Hal in tidak aneh sebenarnya. Aku pernah mengikutt acara yasinan bersma bapak-bapak di kmpung sebelah. Namanya aja yasinan bareng tapi ternyata hanya tempat dan waktu start nya sja yg barengan. Selebihnya atur sendiri. Irama dan nadanya. Hehe
Tak sampai stengah jam kegiatan selesai. Walau sekedar ngaji bareng tapi setdaknya aku sudah memulai. Smga bisa berlanjut di Jum’at-jum’at selanjutnya dengan kegiatan yang lebih variatif dan inovatif, serta efektif dan juga otomotif (eh,).

Sekian.
:: KalapaKoneng, 13122013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s